3 Alasan kenapa Kamu Harus Nakal (Setidaknya) Sekali dalam Hidupmu!

“Pas SMA dulu, saya ngelabrak adik kelas sampai asmanya kumat. Saya dipanggil ke BP, untung nggak sampai diskors :)”

Kata “nakal” selalu identik dengan hal buruk dan merugikan orang lain. Tapi, ini nggak berlaku buat saya, anak perempuan yang hidup di lingkungan Pantura. Bukan menjelek-jelekkan orang Pantura, justru saya bersyukur karena dari sanalah saya mendapat banyak pengalaman, terutama dari segi pergaulan dan penggunaan bahasa. Adakah di sini yang asli Pantura juga?

Pergi dari latar belakang saya ini, saya juga pilih melanjutkan sekolah di SMA yang agak “selo”. Saya sich mikirnya sederhana, sekolah di sekolah dengan jenis begini dapat bisa rekan banyak serta pacar ganteng Duh, ini idealisme jaman baheula yang JANGAN ditiru, ya!

Nah, berdasar pada narasi riil saya ini, saya menginginkan berikan tahumu sebagai kids jaman now kenapa jadi anak nakal itu butuh, walau cuma sekali dalam kehidupan. Lho, mengapa dapat gini? Ini keterangannya…

Sesudah dewasa, anda juga akan memahami jadi orang baik itu banyak faedahnya

Jujur, saya nyesel banget sempat photo gunakan camera 360 dengan pose duckface serta membuatnya photo profil Facebook!

Bukanlah, ini bukanlah bentuk dari kenakalan saya. Saya hanya nyesel saja sempat ada di lingkungan yang berasumsi “cantik itu ya ngikutin jaman! ”. Mengapa ya saya dahulu tidak berfikir demikian sebaliknya, mengapa saya tidak PD saja dengan diri saya apa yang ada? Serta saat ini saya semakin mengerti, kalau semua suatu hal yang terlalu berlebih itu sekalipun tidak ada faedahnya.

Anda juga jadi lebih waras tiap-tiap lakukan suatu hal, termasuk juga pilih photo mana yang juga akan di-post ke Instagram. Pokoknya, anda akan anti deh sama beberapa hal vulgar bila sempat ada di fase alay serta sangat buka-bukaan pada semua suatu hal.

Anda tidak sangat kesusahan waktu berjumpa hal baik serta jelek dalam satu waktu

Jujur, saya dapat disebut telah sangat ikuti arus pergaulan walau tidak hingga mabuk-mabukan serta hamil diluar nikah. Untuk ukuran sekolah di kampung, saya telah terlalu batas dengan menggunakan rok sekolah jauh diatas lutut serta kancing baju sisi atas senantiasa terbuka. Banyak yang nyinyir saat itu, tapi semua oke-oke saja karna saya terlalu cueknya. Astaghfirullah, saya menulis ini sembari istighfar karna malu. Hiks.

Bila sempat alami fase diatas, sesudah tua kelak anda juga akan tahu begitu batasan pada kebaikan serta keburukan itu lain tidak tebal. Waktu anda lakukan hal jelek serta merugikan orang yang lain, sesungguhnya disanalah terdapat kebaikan-kebaikan yang siap membawamu ke tempat yang lebih layak.

Sesudah tiba saatnya, jadi orang dewasa yang betul-betul dewasa itu bukanlah hal yang memusingkan

Waktu orang yang lain sangat takut saat jadi bertambah umur, anda malah demikian sebaliknya. Bertambahnya umur yang semestinya disertai dengan kematangan berfikir jadi satu fase menantang buat perjalanan hidupmu.

Baca Juga: http://www.katakatafilm.win/2017/10/kata-kata-semangat-motivasi-hidup.html

Bila dahulu saya bangga dengan rok mini ke mana-mana, termasuk juga di sekolah, saat ini semua beralih mencolok. Saya memanglah tidak dapat menanggung saya telah jadi orang baik atau belum juga, tapi paling tidak akhlak saya tidak separah dahulu. Jilbab, rok serta baju panjang telah jadi item harus buat saya yang saat ini. Herannya, kenakan baju gombrong jenis ini nyatanya nyaman serta tidak buat kaki “gosong” seperti cocok jaman rok mini dahulu. Alhamdulilah, ya…

Fase nakal semasing orang memanglah berlainan. Bila buat saya ngelabrak orang serta gunakan rok mini itu telah terlalu batas, bagaimana dengan kalian? Berbagi yuk pengalaman paling nakal versimu di kolom komentar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *