Alasan Kenapa Kamu Lebih Suka Sendirian ke Mana-Mana, Biar Sebenarnya Punya Teman Juga

Entah kenapa, pergi dan menikmati waktu sendirian masih jadi hal yang aneh bagi sebagian besar orang di sekitar kita. Akhirnya, banyak yang tanya “Lho, kok sendirian? Kok nggak sama teman?” padahal kitanya sendiri santai-santai aja.

“Lho, memang mesti sama rekan ya jika berjalan-jalan? Ehehehe…”

Iya sich, kamu paham.kamu mengerti, berjalan-jalan sama rekan itu seru. Dapat sama-sama ganti narasi, Katakan masalah info dari universitas lama hingga tempat kerja… bila ingin beberapa photo juga tidak usah bingung, gantian atau wefie saja.

Namun teteup, terdapat beberapa argumen mengapa ke mana-mana sendirian itu mengasyikkan. Serta bener banget, sendirian bukanlah bermakna kesepian!

1. Bila sama rekan, janjian jam 8 baru pergi jam 10. Mending pergi sendiri saja — tentu pas saat.

“Mau pergi jam berapakah? ”

“Jam 8? Ini saya bersiap. Ketemu di stasiun ya. ”

“Oke. ”

*Jam 8, di stasiun*

“Udah dimana? ”

“Eh sorry bangeeet, ini barusan ingin mandi airnya mati. Selalu cocok ingin pergi ada teman datang ke tempat tinggal. Sepuluh menit sekali lagi pergi. ”

“…”

Meskipun janjian jam 8, mungkin saja rekanmu baru jalan jam 9. Atau dapat pula janjian jam 8, asumsinya jam 8 juga dia pergi dari tempat tinggal. Walau sebenarnya anda telah mati style nungguin dia.

Bila begini, mendingan sendiri saja. Tentu pas saat!

2. Bila sama rekan, tidak enak tidak nimbrung percakapan mereka. Walau sebenarnya terkadang, anda lebih tertarik nikmati perjalanan, baca buku, atau diam aja

“Ih, anda kok diem saja? Bete ya sama kita-kita? ”

Ada saatnya anda menginginkan nikmati perjalanan dalam diam. Males turut nimbrung percakapan, terlebih bila anda tidak tertarik dengan tema yang dibicarakan. Anda lebih tertarik baca buku sembari dengarkan musik. Atau diam cukup memandangi jendela sembari merenungi kehidupan. Bagimu lihat situasi beberapa hal baru sesuai sama itu lebih menarik serta tidak bisa ditinggalkan. Namun anda tidak dapat lakukan itu bila sekali lagi pergi bareng-bareng.

Ingin tidak nimbrung tidak enak. Terlebih ingin gunakan headset serta baca buku. Masa yang beda ketawa, anda diem aja…

3. Bila sama teman, dia berbelanja anda juga terkadang dipaksa berbelanja. Agar dia tidak ngerasa boros sendiri..

Karena berbelanja dapat menyebabkan rasa bersalah yang teramat besar, rekanmu tidak dapat melaluinya sendirian. Terlebih bila beberapa barang mahal. Mood-nya juga semakin lebih baik bila dia bukanlah hanya satu orang yang beli barang itu serta menghambur-hamburkan uang.

Jatuhlah, anda yang sesungguhnya hanya temani jadi dipaksa berbelanja.

“Ih itu bagus! Beli saja. Pas banget untuk kamu! Beneran! Saya beli yang ini, anda beli yang itu. Ya ya? ”

Kan sebel. Terlebih bila anda tidak bebrapa perlu sangat barang itu. Tahu gini, mending jalan sendiri.

4. Bila sama teman, semula ingin pergi ke mana, jadinya jadi ke mana

Tujuannya ingin beli buku. Namun karena pergi dengan rekanmu yang hoby berbelanja baju, serta mall tengah ada potongan harga, maksud rekanmu juga akan selekasnya beralih. Belum juga ada koleksi sepatu baru di toko berlangganan. Kemauan awal untuk beli buku jadi terlupakan. Pada akhirnya anda cuma temani rekanmu singgah kesini serta ke situ. Kebutuhanmu sendiri tidak tercukupi. Tahu begini, mending pergi sendiri saja.

5. Bila sama teman, tujuannya ingin ngerjain skripsi, jadinya jadi ngegosipin selebriti

Ngerjain skripsi perlu konsentrasi. Satu berita selebriti yang tidak berniat kebuka di laptop, dapat mengundang reaksi ramai rekanmu. Terlebih bila anda juga tertarik dengan berita itu. Alih-alih konsentrasi merampungkan skripsi, kalian jadi jadi isu sendiri.

Belum juga bila rekanmu jadi teringat cerita cintanya sendiri. Lantas sharing panjang lebar juga diawali. Bukannya tidak mau memerhatikan curhatan rekan, namun skripsiku gimanaaa~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *