Alat Musik Tradisional Rindik

Bali adalah salah satunya propinsi yang masuk dalam sisi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta akan tidak berpisah dari NKRI. Bali mempunyai kekayaan budaya yang masih dipertahankan sampai detik ini. Perihal ini pula sebagai daya tarik sendiri hingga Bali adalah arah terlaris untuk pergi liburan (jika mempunyai uang). Nama Bali begitu populer di semua pelosok dunia sampai akhirat. Beberapa orang menyampaikan Bali adalah pulau Surga, walau sebenarnya Surga itu ada di atas (kata ajaran Agama) bukan di pulau kecil. Mungkin saja karena banyak ada Dewa-Dewa di Bali (Dewa Putu, Dewa Made, Dewa Nyoman, Dewa Ketut).

Alat Musik Tradisional Rindik

Cukuplah sudah pembukaannya. Bila diteruskan kelak jadi makin tidak jelas serta garing. Kasian beberapa pembaca kelak sangat terpaksa tertawa untuk menghargai penulis.

Alat Musik Tradisional
Gambar Alat Musik Tradisional Rindik

Pada saat ini saya akan mengulas dikit mengenai salah satunya alat musik tradisional ciri khas Bali. Alat musik tradisional ini terbuat dari bambu yang sudah dipotong-potong serta diatur sama dengan ukurannya. Jumlahnya dari potongan bambu itu umumnya terbagi dalam 11 buah hingga sampai 13 buah. Tiap-tiap buah bambu itu mempunyai ukuran serta suara yang berlainan. Makin besar ukuran bambu itu maka dapat makin nikmat, eh tujuan saya bernada rendah. Demikian sebaliknya bila bambu itu makin kecil jadi bambu itu akan makin tinggi suara yang dibuat. Bambu itu diatur di atas tempat (pelawah) diawali dari suara terendah disudut kiri hingga sampai suara yang tertinggi disudut sangat kanan.

Dari keterangan singkat di atas apa pembaca telah dapat menebak alat musik apakah itu? Apa? Kurang keras! Cobalah katakan sekali lagi……Ya pas sekali. Alat musik tradisional ciri khas Bali itu merupakan Rindik. Untuk beberapa penggemar joged bumbung tentunya tidak asing lagi dengan alat musik bambu satu ini. Terlebih yang menyukai ngibing (turut menari dengan penari), tentu ingat banget dengan goyangan si penari joged bumbung itu. Loh, kok jadi ke sana ulasannya. Maaf pirsawan sinyalnya hilang dicuri, jadi tidak nyambung.

Lanjuuuttt. Suara yang dibuat oleh alat musik Rindik ini adalah suara Pentatonik atau Laras Slendro, yang berarti cuma mempunyai 5 suara paling utama. Alat musik Rindik ini dimainkan dengan memakai dua buah alat pemukul yang terbuat dari karet dan mempunyai ukuran yang berlainan (janganlah sesekali coba memukulnya memakai palu, karena palu bukan alat jam dari alat musik Rindik). Pemukul memiliki ukuran besar umumnya dipakai dibagian tangan samping kiri serta pemukul yang memiliki ukuran lebih kecil dipakai pada bagian tangan samping kanan.

Alat Musik Tradisional Rindik

Langkah untuk mainkan Rindik ini dapat memerlukan ketrampilan spesial dan feel yang pas. Alat musik Rindik ini biasannya dimainkan dengan ke-2 tangan, di mana manfaat kedua-duanya juga berlainan. Pada tangan kanan untuk mainkan kotekan, sedang pada tangan kiri mainkan melodi. Hingga bila dipadukan akan membuahkan nada yang begitu merdu. Dalam permainan alat musik ini ada juga tehnik pukulan yang diberi nama ngundil, yaitu tehnik pukulan yang dikerjakan dengan tangan kiri pemain sangsih di mana pukulan itu akan menyelingi pukulan dari tangan kiri pemain pokok yang sudah divariasikan. Pada pertunjukan joged bumbung, tehnik itu kerap dimaksud jegog.

Tahukah kalian bagaimanakah histori terbentuknya alat musik Rindik ini? Berdasar pada hasil wawancara saya bersama dengan seseorang yang pakar dalam beberapa bagian, Wikipedia, alat musik Rindik terbentuk bermula saat pihak wengker (saat ini Ponorogo) lakukan pemberontakan pada Majapahit. Hingga waktu serbuan dari Demak angklung-angklung serta gamelan dibawa ke Bali hingga alami pergeseran serta rusaknya. Setiba di Bali, orang Majapahit alami kesusahan waktu merangkai gamelan termasuk juga Angklung. Walau angklung di Bali tidak dibuat demikian rupa, tapi masih membuahkan nada lewat cara di jam seperti gamelan yang terbuat dari logam. Angkung ini beralih nama jadi Rindik yang datang dari bhs Jawa Kuno yang bermakna di tata dengan rapi serta dengan celah yang dikit.

Beberapa salah satunya merupakan menjadi pelengkap untuk acara pernikahan/resepsi dan dapatlah untuk menyongsong tamu. Di hotel-hotel juga musik Rindik kerap dimainkan untuk menghibur beberapa tamu yang bertandang ke Bali.

Demikian tulisan saya tentang alat musik Rindik yang disebut salah satunya alat musik tradisional ciri khas Bali. Mudah-mudahan permainan alat musik ini masih terbangun kelestariannya. Telah sepantasnya generasi muda Bali menjaga warisan budaya yang sudah diwariskan oleh leluhur kita awal mulanya. Salam Budaya!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *