Ayo Mengenal Alergi Anak Lebih Dalam Agar Bunda Tidak Perlu Panik

Ketika anda mendengar kata alergi, apakah yang anda pikirkan? Apakah suatu penyakit, apakah suatu hal yang sangat serius? Lalu apakah anda sudah tahu bagaimana caranya mengetahui bahwa anda atau orang-orang yang anda sayangi mengalami alergi dan bagaimana caranya mengatasi alergi tersebut? Tentunya hal-hal yang terkait dengan orang-orang yang anda sayangi, anda harus memberikan perhatian yang lebih, terutama pada anak. Anak termasuk ke dalam salah satu yang rentan terkena alergi. Alergi Anak perlu anda perhatikan dengan baik agar anak tidak perlu merasakan sakit ketika gejala alergi muncul dan menyerang anak. Bagi anda yang sudah memiliki anak atau berencana untuk memiliki anak, anda harus membaca artikel ini hingga selesai agar anda sudah tahu apa yang harus dilakukan ketika anak terkena alergi, jadi anda tidak akan panik.

Alergi sendiri merupakan suatu reaksi hipersensitivitas yang dapat terjadi karena adanya gangguan pada sistem imun atau sistem kekebalan tubuh. Alergi bukanlah suatu penyakit menular, jadi anda tidak perlu khawatir jika berdekatan dengan penderita alergi. Walaupun terlihat sebagai penyakit yang remeh, alergi merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi terbanyak di dunia, setidaknya 30-40% dari seluruh populasi di dunia memiliki alergi. Dan sebagian besar dari total pengidap alergi tersebut adalah anak-anak. Penyebab utama dari alergi anak maupun orang dewasa sendiri belum ada yang mengetahui, karena itulah yang bisa dilakukan saat ini hanya mengatasi alergi ketika timbul gejala alergi.

Penyebab utama munculnya alergi memang belum diketahui, namun yang sudah diketahui secara pasti adalah penyakit alergi termasuk ke dalam penyakit genetik yang dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya. Alergi sendiri diakibatkan oleh antibodi IgE (Imunoglobulin E) yang salah mengenali zat-zat asing tidak berbahaya yang masuk ke tubuh sebagai suatu zat yang berbahaya. Sehingga tubuh akhirnya melakukan pertahanan diri yang bisa dilihat sebagai gejala alergi, contohnya adalah kulit kemerahan, gatal-gatal hingga diare. Penyakit alergi memang tidak ada obat untuk menyembuhkannya, namun anda tidak perlu khawatir karena sebagian besar alergi anak dapat sembuh ketika anak tumbuh dewasa. Hanya sebagian kecil saja alergi pada anak yang tidak sembuh walaupun ia sudah tumbuh dewasa.

Agar anda tidak bingung, ada beberapa hal yang termasuk ke dalam kategori alergi. Mungkin yang awalnya anda lihat sebagai penyakit ringan biasa, ternyata hal tersebut merupakan salah satu gejala alergi. Agar anda tidak salah mengenali gejala alergi, berikut adalah beberapa penyakit yang termasuk ke dalam kategori alergi.

  • Konjungtivitis alergi

Gejala yang muncul berupa mata berair dan gatal, kelopak mata membengkak.

  • Rhinitis alergi

Gejala yang muncul berupa hidung tersumbat, bersin-bersin, hidung berair dan gatal.

  • Urtikaria

Gejala yang muncul berupa kulit yang membengkak atau muncul bentol yang terasa gatal dan berwarna merah.

  • Dermatitis

Gejala yang muncul berupa kulit yang memerah dan terasa gatal, permukaan kulit kasar dan juga mengelupas.

  • Asma

Gejala yang muncul berupa kesulitan bernapas, terdengar bunyi mengi ketika bernapas dan batuk yang lama.

  • Alergi yang terjadi pada saluran pencernaan

Gejala yang muncul berupa diare, mual dan muntah serta perut terasa mulas.

Untuk mengetahui alergi anak, anda bisa memperhatikan beberapa gejala yang muncul pada anak seperti di atas. Jika anda menemukan beberapa gejala yang sama, untuk memastikannya anda bisa membawa anak anda ke dokter untuk memeriksakannya secara pasti. Cara pertama yang dilakukan untuk mengetahui apakah anak menderita alergi atau tidak adalah dengan memeriksa kadar IgE dalam darah. Apabila nilai IgE tidak masuk ke dalam rentang normal (0,1-0,4 ug/ml dalam serum darah), maka kemungkinan besar anak anda menderita alergi. Cara kedua adalah dengan menggunakan Skin Prick Test. Namun tes ini hanya dapat dilakukan untuk mengetahui alergen (pemicu alergi) yang terhirup ataupun alergen berupa makanan. Caranya adalah dengan menusukkan alergen jarum suntik khusus sehingga tidak akan menimbulkan bekas lupa pada kulit. Apabila positif mengalami alergi, maka akan timbul bentol kemerahan dan rasa gatal pada kulit yang disuntik alergen tadi.

Lalu apakah anak anda beresiko memiliki alergi? Resiko alergi anak dapat ditentukan dengan ada atau tidaknya riwayat alergi di dalam keluarga. Biasanya keluarga yang memiliki riwayat alergi, terutama orang tuanya, maka anak beresiko lebih tinggi mengidap alergi dibandingkan dengan anak-anak lainnya yang tidak memiliki riwayat alergi di dalam keluarganya. Sebelum muncul gejala alergi pada anak anda, anda dapat melakukan beberapa pencegahan seperti selalu memberikan ASI saat anak anda masih bayi. Karena ASI merupakan asupan nutrisi yang penting untuk perkembangan sistem daya tahan tubuh anak agar anak tidak mudah terserang penyakit termasuk penyakit alergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *