Nasib Burung Langka Endemik Bali jika Gunung Agung Erupsi

Ancaman meletusnya Gunung Agung di Bali bukan sekedar berimbas pada orang-orang sekitaran serta hewan ternak punya warga. Erupsi Gunung Agung juga meneror populasi burung jalak Bali (Leucopsar rothschildi) serta nuri Bali (Trichoglossus forsteni meitchelli) yang disebut satwa endemik Pulau Dewata.

Nasib Burung Langka Endemik Bali jika Gunung Agung Erupsi
Nasib Burung Langka Endemik Bali jika Gunung Agung Erupsi

Ketua Asosiasi Pelestari Curik Bali (APCB) Tony Sumampau menerangkan, asap sulfur dari Gunung Agung yang menebar dapat merubah pernafasan burung. Kesibukan gunung yang juga akan meletus meneror kehidupan burung langka itu.

” Semula, gagasan kita juga ingin kirim 65 ekor jalak Bali ke Bali, namun ditahan dahulu karna tentu kelak hingga di Bali mesti di kandang kecil ditutup, gunakan AC. Kasian burungnya juga, ” kata Tony pada Liputan6. com, Rabu (4/10/2017).

Dia mengatakan, untuk nuri Bali, masih tetap tampak di lokasi Nusa Penida, Pulau Lambongan. Populasi nuri Bali, kata dia, termasuk sangatlah langka, bahkan juga jumlahnya begitu kecil di penangkaran, hingga berstatus critical endanger di IUCN Red Data Daftar.

” Nuri itu ada dua sub spesies yang satu sekali lagi dimaksud Scarlet-breasted lorikeet atau Trichoglossus forsteni. Nuri ini masih tetap mungkin saja tampak di Lombok, namun sangat terancam. Warnanya sedikit pink ke kuning-kuningan di dada, ” terang Tony.

Dia mengatakan banyak orang-orang serta petinggi yang kurang tahu mengenai burung nuri Bali, hingga banyak yang mengekspornya ke luar Indonesia.

” Di Eropa, mereka berhasil breeding dalam jumlah kecil. Namun dari tempat mana? Tentu di-export dari Bali atau Indonesia yang lain dulunya, ” kata Tony.

Hal semacam ini sedikit berlainan dari burung jalak Bali yang telah mulai banyak ditangkarkan oleh orang-orang. Meskipun demikian, ada beberapa ribu jalak Bali yang termasuk liar tetaplah rawan punah.

” Namun yang dilepaskan di alam, senantiasa di ambil orang-orang, ” kata dia.

Kerentanan itu tidak cuma semata dipicu kesibukan Gunung Agung yang bertambah. Pasalnya, burung jalak Bali serta nuri Bali mempunyai langkah menjaga diri dari sergapan asap sulfur dengan terbang lebih rendah.

Tetapi, hal tersebut malah digunakan warga sekitaran untuk menangkap ke-2 type burung langka itu. ” Janganlah diganggu, agar dengan alami mengasingkan diri bersembunyi ditempat aman. Tambah baik kita memelihara hasil penangkarannya saja, ” kata Tony.

Sumber : hargaburung.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *