Produk Dari Cina Kuasai E-Commerce, Kalla: Harus Diatur Pajaknya

Pemerintah akan mengkaji pengenaan pajak atau bea untuk produk e-commerce impor guna menyamakan level playing field dengan produk dalam negeri. Hal tersebut dibahas Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan menteri dan kepala lembaga bidang ekonomi dalam breakfast meeting yang dilakukan di rumah dinasnya di Jalan Diponogoro, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Juiceuf Kalla menyebutkan, walau ekonomi berbasiskan elektronik di Indonesia selalu naik, dia menyayangkan sebagian besar product yang di jual didominasi oleh product asing terlebih Cina. “E-commerce itu dari bagian pertumbuhannya pasti tidak dapat ditahan, ” tuturnya, di Kantor Wakil Presiden, Rabu, 27 Desember 2017.

Tetapi Kalla mengingatkan kalau semakin lebih baik bila product yang merajai e-commerce yaitu juga product buatan dalam negeri. “Karena ini beberapa besar yaitu product dari Cina serta ini sama saja dihadapi semuanya negara. ” Oleh karenanya, pemerintah juga akan mengatur kesetaraan dalam perdagangan agar product dalam negeri berkompetisi dengan adil dengan product e-commerce import.

Sampai kini, kata Kalla, tiap-tiap usaha dalam negeri taat membayar beberapa keharusan pajak, seperti pajak bertambahnya nilai serta pajak pendapatan (PPh). Di bagian beda, product import e-commerce sampai kini masuk tanpa ada potongan hingga seringkali tawarkan harga yang tambah lebih murah dibanding product lokal.

Kalla menerangkan, bila product e-commerce import umumnya segera kirim produknya ke Indonesia, tidak terserang PPN atau PPh. “Masalahnya yaitu bila product dalam negeri terkena pajak, product luar negeri jadi tidak terkena pajak. Itu kan berbeda dampaknya, ” tuturnya.

Meskipun demikian, Kalla tidak merinci selanjutnya tentang bentuk pengenaan itu nanti. Dia cuma menyatakan kalau product import mesti diperlakukan sama juga dengan product lokal. “Harus memiliki basis yang sama. Mesti memiliki pajak yang sama. Product dalam negeri serta luar negeri terkena yang sama, ” ucapnya kepada siamplop.

Terlebih dulu, Menko Bagian Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengeluhkan usaha on-line yang tengah melesat sekarang ini jadi didominasi oleh beberapa produk import. Dia mengatakan barang import yang diperjual-belikan di e-commerce menjangkau 95 % serta didominasi oleh product Cina.

Sedang product lokal cuma menyumbang 5 %. “Tapi ini trennya saat ini begini, maka dari itu kita mesti kerjakan suatu hal masalah ini, ” kata Luhut. Pemerintah sekarang ini tengah merumuskan pajak e-commerce, yang juga akan mengatur tentang tata langkah pajak pada aktor e-commerce dan pengenaan pajak untuk intangible goods atau beberapa barang yang tidak berwujud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *