Saat Musik Indonesia Terasa Makin Membosankan, 4 Pemusik Ini Bisa Jadi Penyegar

not angka – Bagi teman-teman yang mulai khawatir tidak lagi bisa mendengar musik berkualitas di Indonesia, janganlah dulu segera menyerah dengan hanya mendengarkan musik-musik import. Sebenarnya, negeri ini memiliki talenta-talenta yang patut diapresiasi. Pertama karena keteguhan mereka berkarier di jalur mandiri. Kedua, ketangguhan mereka mengelola musik tanpa harus terjebak pada selera pasar.

4 Band ini baiknya anda cobalah dengarkan, bukanlah dalam rencana tidak menghormati musik-musik di jalur mainstream, tetapi satu usaha simpel untuk memberi warna kehidupan musikmu. Diluar itu, badan ini bukan sekedar cukup di beri makanan serta pengetahuan yang sehat. Satu hal perlu yang pantas di perhatikan kesehatannya adalah mengkonsumsi musikmu. Pada badan yang bugar ada selera musik yang fresh!

1. The Adams

Band ini terjadi di th. 2001 dengan nama Lonely Band, baru pada th. 2002 mereka menggantinya jadi The Adams. Album pertama mereka yang berjudul The Adams release pada th. 2004. Konservatif, satu diantara lagu di album itu bahkan juga pernah jadi OST (Original Soundtrack) film Janji Joni, yang disutradarai oleh Joko Anwar. Nuansa power pop begitu kuat dalam karya-karya mereka dengan distorsi gitar yang tidak tipis tetapi tidak merasa berisik serta siraman synthesizer yang memperlebar imajinasi nada. Umpamanya saja pada lagu Halo Beni yang berada di album keduanya berjudul V2. 05, The Adams memberi situasi semangat lewat beat yang tegas serta design sound yang memberikan keyakinan. Album itu bahkan juga masuk ke 150 Album Paling baik Selama Masa Versus Majalah Rolling Stone.

2. Silampukau

Silampukau mulai kiprahnya dengan meluncurkan EP berjudul Sesaat Ini pada Agustus 2014. Band asal Surabaya ini lalu meluncurkan Album yang diisi 10 lagu dengan judul Desa Kota serta Masa lalu pada 19 April 2015. Satu diantara lagunya yang berjudul Puan Kelana begitu apik membawa situasi Eropa serta Surabaya. Mereka berdiri diantara keduanya. Mungkin saja tengah bicara masalah Urbanisasi (Mungkin saja, kami juga tidak sangat percaya). Nada terompet yang samar dimuka lagu mampu mendatangkan Paris lewat suara. Terlebih ada potongan lirik berbahasa Prancis didalam sekali lagi itu. Dengarkan mereka adalah membuat kamu berfikir kalau band ini paduan pada Iwan Fals, Sore, serta Float dalam satu paket Jawa Timuran yang easy listening tapi juga menantang nalar.

3. FSTVLST

Satu diantara album FSTVLST yang berjudul Hits Kitsch masuk dalam daftar album paling baik 2014 versus Majalah Rolling Stone. Prestasi ini adalah hasil dari perjalanan panjang mulai sejak band ini bernama Jenny yang terjadi mulai sejak 2003. Situasi Brit Pop yang kental dari sound gitar yang renyah serta nada tidak tebal dari Farid Stevy Asta mengingatkan kita sesaat pada The Storkes. Tetapi liriknya yang gawat serta “sangat-Indonesia” buat kita percaya kalau band ini adalah band yang pantas diapresiasi.

4. Dialog Awal Hari

Tiga Album sudah dibuat oleh Dialog Awal Hari, Band Folk asal Denpasar Bali. Teras Taman Hati, Self-Titled, Lengkung langit adalah pembuktian kalau jalur mandiri tidak hentikan produktivitas. Dankie, yang adalah pentolan band Grunge Navicula membawa Dialog Awal Hari dengan Brozio Orah serta Deny Surya pada labuhan musik easy listening yg tidak remeh-temeh. Sebagian nomor seperti Lengkung Langit dalam Album Lengkung Langit benar-benar bisa membuat kamu yakin melakukan pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *